Kembali
Menu

KONTAK KAMI

Wahanabet
+85587389920
+85587389920

STATUS BANK

Teori Khemostatik Dan Termostatik Untuk Dunia Ayam

Penjelasan Teori Khemostatik Dan Termostatik Untuk Dunia Ayam Yang Wajib Diketahui

Thu, 11 Oct 18. Sabung Ayam


sabung ayam online – Banyak sekali para botoh hanya memahami tentang merawat ayam aduan namun harus memahami keseluruhan teori dalam dunia ayam termasuk teori khemostatik dan termostatik untuk dunia ayam. Para botoh bukan hanya di tuntut untuk memahami merawat ayam dengan baik dan benar saja namun harus memahami teori dalam dunia ayam juga.

Teori Khemostatik Dan Termostatik Untuk Dunia Ayam

Teori khemostatik dan termostatik untuk dunia ayam mencakup tentang fungsi dari makan untuk ayam aduan tersebut. Lebih tepatnya teori khemostatik adalah teori bahwa hewan makan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dan untuk teori termostatik adalah teori bahwa hewan makan untuk mempertahankan temperatur tubuh ayam itu sendiri.

Dalam teori khemostatik dan termostatik untuk dunia ayam makanan yang di konsumsi oleh ayam dapat digunakan dalam cara, antara lain :
1. Menyediakan energi untuk aktivitas.
2. Dapat di konversi menjadi panas.
3. Dapat di simpan sebagai jaringan tubuh.

Kelebihan dari energi makanan yang di konsumi setelah terpenuhi adalah untuk kebutuhan pertumbuhan normal serta metabolisme yang biasanya di simpan sebagai lemak. Kelebihan energi tidak dapat di buang oleh tubuh ayam.

Energi di simpan di dalam karbohidrat, lemak dan protein dari bahan makanan. Semua bahan tersebut mengandung karbon (C) dan hidrogen (H) dalam bentuk yang bisa di oksidasi menjadi karbondioksida (CO2) dan air (H2O) yang menunjukan energi potensial untuk ayam.

Jumlah panas yang akan di produksi ketika makanan di bakar secara sempurna dengan adanya oksigen bisa di ukur dengan alat kalorimeter bom yang di sebut sebagai Energi Bruto (EB) dari makanan ayam.

Persentase dari energi bruto yang mampu di manfaatkan oleh tubuh ayam serta di gunakan agar mendukung proses metabolisme yang tergantung dari kemampuan ayam untuk mencerna bahan makanan yang di makan.

Pada saat terjadinya metabolisme zat makanan terjadinya kehilangan energi di sebut Heat Increasement. Sisa energi dari makanan yang tersedia bagi ayam dapat di gunakan untuk keperluan hidup pokok dan produksi di namakan Energi Neto. Ayam yang menghasilkan daya guna yang tertinggi ayam sangat membutuhkan nutrisi yang banyak juga karena nutrisi tambahan di butuhkan untuk hidup pokok. Faktor yang harus diperhatikan adalah jumlah makanan yang diberikan, semakin banyak jumlah makanan yang di konsumsi setiap hari oleh ayam, akan semakin memberikan kesempatan untuk menghasilkan energi yang tinggi. Peningkatan Energi yang diperoleh dari konsumsi makanan yang lebih tinggi biasanya berkaitan dengan peningkatan efesiensi proses gerakan, sehingga proporsi untuk kebutuhan pokok menurun sedangkan energi akan meningkat.

Pengertian Teori Khemostatik dan Termostatik Untuk Dunia Ayam :

Teori Khemostatik

Hipotalamus mampu mengatur berbagai pengeluaran zat makanan dari makanan yang ada di dalam saluran pencernaan ayam, penyerapan dan transpostasi zat zat makanan. JIka menurut teori khemostatik terjadinya peningkatan konsentrasi substansi tertentu yang mampu memberikan signal untuk dapat berhenti makan dan untuk sebaliknya, namun apabila konsentrasi rendah dapat menyebabkan ayam akan mulai laper dan ingin makan.
Glukosa berperan sebagai indikator yang menentukan kenyang atau laparnya ayam tersebut. Konsentrasi glukosa di dalam darah rendah dan di suntik dengan insulin maka akan membuat ayam menjadi lapar, dan sebaliknya setelah makan konsentrasi glukosa akan meningkat maka ayam akan berhenti makan dan kenyang.
Reseptor glukosa di percaya berada di hipotalamus. Hipotalamus dapat memonitor kadar glukjosa baik di pembuluh darah. Penelitian selanjutnya menunjukan bahwa receptor saluran pencernaan dan hati. Sebagai bukti jika glukosa di suntikan di usus atau di sistem portal hepatik menyebabkan menurunnya intake makanan yang lebih besar di bandingkan jika di suntikan di sirkulasi periperal.

Perkiraan lain yang mengatur komunikasi saluran pencernaan dan otak adalah hormon peptida cholecystokinin. Hormon tersebut di keluarkan jika asam amino dan asam-asam lemak mencapai duodenum, dan ini merupakan kerja hipotalamus.

Teori Termostatik

Teori Termostatik ini menjelaskan bahwa ayam akan makan untuk mempertahankan panas dan akan berhenti makan untuk mencegah hyperthermia. Panas yang di produksi dari hasil pencernaan dan metabolisme makanan adalah merupakan signal dalam pengaturan makan. Thermoreceptor sensitif terhadap perubahan panas yang terjadi di anterior hipothalamus dan juga di periperal kulit. Pada daerah panas ayam akan mengurangi makannya untuk menurunkan produksi panasnya.

Wahanabet – Bandar Bola Online Terpercaya, Bandar Bola SportsbookBandar S1288, Bandar SV388 dan Bandar UFABET yang siap melayani anda 24 jam dalam melakukan pembuatan ID dan juga melakukan transaksi Depo dan WD secara cepat dan terpercaya.

Kami juga bekerja sama dengan Bandar Sabung Ayam Terbesar seperti S1288 SV388 yang siap melayani selama 24 jam penuh untuk melakukan pendaftaran serta melakukan deposit dan juga withdraw langsung ke rekening pribadi anda.

WAHANABET – Bandar Sabung Ayam

Pendaftaran Wahanabet
Link Pendaftaran Wahanabet Klik disini.


, , , ,